Archive for July, 2006

Phobia Gempa

Tuesday, July 25th, 2006

Beberapa hari yang lalu, Jakarta diguncang gempa. Yang denger2 niy pusatnya ada di selat Sunda. Lumayan terasa tuh getarannya, apalagi pas terjadi gempa aq masih di kantor yang berada di lantai 2. Yang dilantai 2 aja kerasa banget, apa lagi lantai-lantai diatasnya. Itu adalah pengalaman pertamaku merasakan gempa yang cukup kuat. Rasanya kayak berdiri diatas perahu trus diombang-ambingkan. Alhasil, kepala langsung puyeng, batal deh rencana mau lembur. Langsung ngibrit pulang aja sebelum terjadi gempa susulan yang lebih gedhe. Alhamdulilah, malam itu tidak ada gempa lagi (setidaknya aq gak merasakan gempa lagi). Tapi kejadian itu lumayan bikin aq agak2 parno juga klo ngomong2 soal gempa. Mana ada ramalan dari Permadi & mama Laurent klo awal agustus bakal ada gempa & tsunami yang melanda jakarta. wadowwww… jadi makin deg-deg an saja. Udah gitu, di tv-tv berita isinya soal gempa semua. Yang gempa pangandaran lah, gempa minahasa, gempa di singaraja…ampyun deh. Dag dig dug der degh jadinya. Lebih deg-deg an pas pagi ini buka imel.

Awan_1Pagi ini aq dapet beberapa imel yang isinya sama yaitu tentang foto awan lurus yang katanya merupakan tanda2 bakal terjadi gempa bumi (tuh fotonya). Katanya awan ini terlihat di kawasan Kuningan Jakarta. Plus disebutin pula tanda-tanda bakal terjadinya gempa yang pernah dibahas di Fuji TV jepang.

Katanya ada fenomena-fenomena alam yang bisa dijadikan petunjuk sebelum terjadinya gempa, yaitu :

1.Mulai sekarang kalo jalan jangan suka nunduk. Liat-liat deh ke langit… Kalau di langit keliatan ada awan yang bentuknya Clseperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang.. pokoknya bentuknya berdiri…  bisa dibilang itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Liat deh gambar yang ada di attachment. Itu foto awan yang muncul di

Kobe

, Jepang sebelum tragedi gempa besar

Kobe

17Januari ‘95.

Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, jadinya ‘menghisap’ Daya listrik di awan.. makanya bentuk awannya jadi kayak tersedot kebawah.

Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi belum tentu juga kalau ada awan seperti itu di langit berarti mau ada gempa. Bisa aja memang bentuknya seperti itu. Naaah untuk tau apakah itu awan gempa atau bukan, coba liat no. 2

2. Coba diuji

medan

elektromagnetis didalam rumah.
- Cek siaran TV, brebet-brebet apa enggak
- Kalo ada mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi gak transmit data.
- Coba suruh orang lain kirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang Diterima brantakan atau enggak.
- Coba matiin aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun nggak ada arus listrik.

Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking padahal lagi gak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap nyala Biarpun gak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan gak Bisa dirasa manusia.

Tapi belum tentu juga kalau ada awan gempa di langit dan ada gelombang elektromagnetis luar biasa menandakan ada gempa. Untuk lebih memastikan lagi, coba liat no. 3

3. Perhatikan hewan-hewan. Cek apakah hewan-hewan seperti "menghilang", lari, atau bertingkah laku aneh/gelisah.. insting hewan biasanya tajam Dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. Naaaaah kalo tiga tanda-tanda itu ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Tiga tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan kalo memang mau ada Gempa berkekuatan besar. Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu tetep nggak bisa memastikan kapan gempa terjadi. Awan seperti itu keliatan di

Kobe

8 hari sebelum gempa. Tapi di Niigata, awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum gempa Niigata Oktober 2004. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi… sebisa mungkin langsung lakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.

Kalo skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga cuma dua meter. Tapi biarpun cuma 2 meter, gelombangnya nggak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti nggak habis-habis) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram. Beberapa tanda akan terjadi gelombang tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut dan burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan.

Kalo liat dua tanda seperti itu, langsung selamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Tapi kalo nggak sempet lari sementara tsunami udah di di depan mata, Jangan berlindung di balik bangunan yang terbuat dari tembok/beton karena Bisa hancur dan malah membahayakan orang yang berlindung.

Sebisa mungkin berlindung di balik daerah rimbunan (pohon, tanaman, semak-semak, rawa). Karena kekuatan gelombang jadi terpecah dan nggak memusat kalau membentur semak.

Terakhir, jangan lupa berdoa sama pasrah….semoga kita dilindungi Allah SWT. Amien.

Sekedar informasi, sebagaimana pemberitahuan BMG Jepang adanya awan lurus di Bantul - Jawa Tengah tanggal 12 Juli 2006 akan terjadi gempa dan gelombang tsunami. Oleh BMG Indonesia dianggap sepele, dan ternyata tanggal 17 Juli 2006 - MENJADI KENYATAAN.
Itu isi imel yang aq terima tadi pagi. Apakah isi imel itu benar ato gak, gak tau deh. Yang perlu diverifikasi adalah bener gak tuh foto diambil tanggal 19 Juli 2006 jam 6 pagi. Bisa jadi foto itu diambil dari sumber lain di internet. Dan kalo pun benar, kayaknya qta kudu teteup tenang deh. Yah namanya takdir gak bakal kemana. Klo emang umurnya udah sampe disini aja, yah gimana lagi. Yang penting, jika memang ada bencana alam baik itu tsunami, gempa, gunung meletus, dsb, usahakan untuk tetap tenang, jangan ikut panik. Tetap tenang dan cari cari menyelamatkan diri, sambil terus berdoa agar tetap dilindungi Allah SWT.
25 July 2006  ~ di cubicle kecilku sambil agak deg-degan denger berita~

LovE In tHE oFficE

Monday, July 24th, 2006

Tumbuh cinta di tempat kerja?Bukan hal yang aneh lagi di jaman sekarang ini….

Lovecardiloveyouthumbnail Dengan kondisi dunia kerja sekarang, dimana selama 8 hingga 9 jam sehari, 5-6 hari dalam seminggu (ini belum klo ada lembur loh) memungkinkan seseorang bertemu dengan orang lain dalam satu tempat & waktu yang sama secara terus menerus. Apalagi ada pepatah orang jawa bilang witing ning tresno soko kulino ( kurang lebih artinya : cinta tumbuh karena kebiasaan :D ). So, gak aneh kalo banyak muncul kisah-kisah cinta di seputar rekan kerja. Dari yang awalnya berkilah hanyalah perhatian sekedar sahabat, trus tumbuh menjadi saling membutuhkan. Awalnya hanya sering makan siang bersama, berlanjut dengan saling curhat. Dari pulang barengan, sampe akhirnya janjian ketemuan diluar…(hueuehueueueuehe)…

Ini menjadi fenomena yang biasa pula di tempat aq kerja. Bukan hal yang aneh ketika ada sesama teman kantor saling jatuh cinta, pacaran trus akhirnya menikah. Apalagi kantor memberikan kebebasan karyawannya untuk menikah dengan sesama karyawan (alias satu kantor). So gak heran lagi ditempat aq kerja, ada pasangan suami istri yang bekerja dalam satu kantor. Apakah akan menganggu profesionalisme dalam pekerjaaan? well, so far siy gak memberikan efek negatif ke kinerja karyawan (as I know siy)..

Kalo menurutku, gak masalah siy jika memang ada cinta di tempat kerja, asal itu bukan bentuk dari selingkuh (alias keduanya dalam status single) dan yang penting tidak mengganggu profesionalisme dalam bekerja. Tapi kalo itu terjadi padaku? wah gak tau deh. Gak pernah kepikiran tuh. Kalo bisa siy gak sekantor…hehehehehehe….mana enak sekantor ma cowok/suami kita, gak bisa bebas dong. Mo keluyuran ma temen2 kantor kan jd gak enak ma cowok/suami qta…hihihiiihihi.. Eniwai…ini aq loh ya. Buat temen2ku yang udah atau mau merit dengan sesama temen sekantornya siy…Congrats ya..

Well, namanya juga cinta. Cinta tidak mengenal waktu, tempat, usia.. Kan katanya cinta itu buta.

In my cubicle world, 24 July 2006.

Internet ooohh internet…

Thursday, July 20th, 2006

Selama ini aq menganggap kalo internet itu hanyalah sebagai salah satu media informasi dan komunikasi…Sekedar media doang. Tapi sedikit demi sedikit anggapan itu berubah…gimana enggak?! Setiap hari, hampir semua aktivitasku, terutama yang berhubungan ma kerjaan, always connected to internet. Malah sekarang ini ladang yang menopang perekonomianku dibidang internet. Kayaknya, can’t live without internet deh aq…hehehehehe…

Sumber pendapatanku dari perusahaan yang jualan internet. Tiap hari aq konek ke internet, dari baca berita & gosip sampe urusan kerjaan pake internet.

Sekarang Internet udah kayak jadi tangan-tangan virtual ku, dari urusan kerjaan kantor sampe proyek pribadi. Dari sekedar maen game, friendster, ngeblog sampe chatting sampe jari keriting soal kerjaan. Malah menurutku dengan adanya internet bisa juga loh meminimalkan biaya telpon (setidaknya di kantorku contohnya). Dengan kondisi beberapa RN & RO yang tersebar di beberapa tempat di penjuru tanah air, maka ongkos utk komunikasi (telpon)  bisa menjadi sumber high cost perusahaan. Tapi dengan adanya internet yang itungannya gratis (wong qta yg jual masa bayar hehehehe), so ongkos telpon kantor bisa sedikit dikurangi. Drpd telpon (yang setiap bulan pemakaian tiap orang tercatat & dilaporkan ke atasan masing2), mending pake ym ato imel.

Jadi pemakaian ym ato imel dalam urusan kerjaan udah jadi hal yang biasa ditempat aq kerja. Jangankan itu, menu makan siang pun bisa aja tersebar melalui ym.heheheheheh…jadi tiap jam 11 biasanya ada yang bertugas mendistribusikan berbagai menu lunch yang ada di warung depan kantor (menu online qta sebut). Trus klo mau pesen, tinggal bales aja ym tadi. & pengirim ym yang bakal bertugas menelpon ke warung td untuk delivery..hehehehehehe… hemat ongkos telpon kan klo gini…hihihihihi…

Dengan internet aq juga bisa ngobrol ngalor ngidul by ym ma temen2 yang berjauhan…dari yang beda bagian/lantai, beda kantor sampe beda negara. Udah gitu bisa gosipin orang2 yang ada didekat qta tanpa takut dia dengar..hihiihihihihi…

Yang paling keren dari internet  adalah kejadian belakang ini. Lewat internet aq bisa kontak lagi ma teman2 lama yang udah lamaaaaaaa bgt lose contact. Lewat internet tau-tau bisa ketemu lagi (walo di dunia maya) ma ‘toem’, temen smp, yang udah lamaaaa bgt gak ketemu. Terakhir ketemu pas aq kuliah dulu, pas nikahan dia. Abis itu udah gak pernah ketemuan lagi. Sama-sama gak tukeran no hp utk dihubungi. Tiba-tiba, qta konek lagi by imel… jreng-jreeeengg… syenengnya bisa ketemu lagi ma temen lama walo di dunia maya. At least, masih bisa teteup komunikasi lah.

Yang lebih mengejutkan lagi, barusan ketemu lagi di dunia maya ma juned, konco gendeng dhek sma,hihihihihiihihi…syeneng bgt.. (thanks to friendster)…En yang lebih menyenangkan lagi..berkat itu semua..aq bakal konek lagi ma pipit, konco gendeng soko smp…yihhhhaaaayyy..

Internet oh internet jasamu ta’kan aq lupakan…. (aq dah kayak internet addicted gini ya)…hihihihihihihi

~ calon pecandu internet ~ (ato udah jadi pecandu ya?!)

Adil adalah…….

Sunday, July 9th, 2006

Menurut referensi yang pernah aq baca..Adil adalah memberikan sesuatu sesuai dengan haknya.

Ada pula yang bilang, adil berarti tidak memihak (agak ambigu dengan arti netral kayaknya).

Tapi apapun artinya, yang jelas adil punya definisi & tujuan yang bagus.Hanya saja, untuk bisa menjadi adil itu tidaklah mudah. Karena ukuran masing-masing individu dalam menentukan apakah sesuatu ato seseorang telah diperlakukan secara adil akan menjadi berbeda-beda.

Ukuran itulah yang sering kali menjadi hal yang memicu adanya pertentangan tentang keadilan. Karena ukuran yang digunakan dalam setiap kacamata orang utk menilai juga berbeda.

Hal yang sama sempet terjadi padaku dan beberapa orang kawan. Masih sama tentang perbedaan persepsi & ukuran keadilan. Aq dan beberapa kawan merasa bahwa kami telah diperlakukan secara tidak adil oleh pihak yang kebetulan punya hubungan profesional dg kami. Sempat ada kemarahan & kekecewaan dalam hati. Beberapa hari sempet susah konsentrasi karena hal itu.

Tapi setelah aq renungkan, well.. mungkin memang masih itu yang dipercayakan Tuhan padaku. Mungkin memang belum waktuku untuk bisa menerima tanggung jawab yang lebih besar.Dan mungkin memang belum rejekiku. Membuatku ingat kembali pada pesan-pesan Bapakku setiap kali aq menghadapi masalah. Pesan yang seharusnya tidak boleh aq dengan mudah melupakannya.

" Sing sabar nduk, lek wis pancen rejekine gak bakal kemana. Gusti Alllah ngerti opo sing  apik gawe awak e dewe. Dadi menungso kudu sing sabar lan ikhlas. Kudu pinter bersyukur sisan."

(Yang sabar nak, klo memang rejeki gak bakal kemana. Allah itu tau apa yang terbaik buat kita. Jadi manusia kudu sabar & iklhas. Harus bisa belajar bersyukur juga … red. terjemahannya)

Memang ada benarnya pesan itu. Kalo kita tidak pandai bersyukur atas segala yang terjadi pada kita, baik itu untuk hal2 yang sesuai dengan harapan kita maupun tidak maka kita akan selalu terpaku pada hal2 yang tidak sesuai dengan harapan kita. Walhasil, kita akan merasa gagal. Ketika perasaan gagal itu ada, biasanya kita akan berusaha mencari-cari apa penyebabnya. Pertama kita akan mencari dalam diri kita sendiri, tp jika tidak menemukan, maka kita biasanya akan beralih ke orang sekitar kita. Kita akan mencari kambing hitam penyebab kegagalan itu. Alhasil, pikiran kita akan selalu dipenuhi dengan pikiran2 jelek. Prasangka-prasangka buruk. Dan jelas itu akan meracuni pikiran dan hati kita.

Kalo pikiran & hati udah teracuni, jangan harap hidup akan bisa tenang. Hidup dengan prasangka hanya akan membebani hidup kita.

So, menjadi orang yang pandai bersyukur, sabar & ikhlas adalah yang bisa kita lakukan jika memang ingin hidup tenang. Segala didunia ini tidak ada yang 100% adil. Pasti akan ada saja yang membuat beda dalam memandang keadilan. Yang penting kita bisa selalu berusaha untuk bertindak seadil-adilnya, agar diri sendiri & orang lain tidak menjadi korban kezoliman kita.

Dan apabila disuatu masa, kita diperlakukan secara adil menurut ukuran pribadi kita. Bersyukur, senang boleh saja. Tapi bertindak dan berpikirlah secara arif juga, karena bisa jadi dibalik keadilan yang kita terima itu, ada pihak lain yang merasa diperlakukan secara tidak adil.

Jakarta, 10 Juli 2006