Adil adalah…….
Menurut referensi yang pernah aq baca..Adil adalah memberikan sesuatu sesuai dengan haknya.
Ada pula yang bilang, adil berarti tidak memihak (agak ambigu dengan arti netral kayaknya).
Tapi apapun artinya, yang jelas adil punya definisi & tujuan yang bagus.Hanya saja, untuk bisa menjadi adil itu tidaklah mudah. Karena ukuran masing-masing individu dalam menentukan apakah sesuatu ato seseorang telah diperlakukan secara adil akan menjadi berbeda-beda.
Ukuran itulah yang sering kali menjadi hal yang memicu adanya pertentangan tentang keadilan. Karena ukuran yang digunakan dalam setiap kacamata orang utk menilai juga berbeda.
Hal yang sama sempet terjadi padaku dan beberapa orang kawan. Masih sama tentang perbedaan persepsi & ukuran keadilan. Aq dan beberapa kawan merasa bahwa kami telah diperlakukan secara tidak adil oleh pihak yang kebetulan punya hubungan profesional dg kami. Sempat ada kemarahan & kekecewaan dalam hati. Beberapa hari sempet susah konsentrasi karena hal itu.
Tapi setelah aq renungkan, well.. mungkin memang masih itu yang dipercayakan Tuhan padaku. Mungkin memang belum waktuku untuk bisa menerima tanggung jawab yang lebih besar.Dan mungkin memang belum rejekiku. Membuatku ingat kembali pada pesan-pesan Bapakku setiap kali aq menghadapi masalah. Pesan yang seharusnya tidak boleh aq dengan mudah melupakannya.
" Sing sabar nduk, lek wis pancen rejekine gak bakal kemana. Gusti Alllah ngerti opo sing apik gawe awak e dewe. Dadi menungso kudu sing sabar lan ikhlas. Kudu pinter bersyukur sisan."
(Yang sabar nak, klo memang rejeki gak bakal kemana. Allah itu tau apa yang terbaik buat kita. Jadi manusia kudu sabar & iklhas. Harus bisa belajar bersyukur juga … red. terjemahannya)
Memang ada benarnya pesan itu. Kalo kita tidak pandai bersyukur atas segala yang terjadi pada kita, baik itu untuk hal2 yang sesuai dengan harapan kita maupun tidak maka kita akan selalu terpaku pada hal2 yang tidak sesuai dengan harapan kita. Walhasil, kita akan merasa gagal. Ketika perasaan gagal itu ada, biasanya kita akan berusaha mencari-cari apa penyebabnya. Pertama kita akan mencari dalam diri kita sendiri, tp jika tidak menemukan, maka kita biasanya akan beralih ke orang sekitar kita. Kita akan mencari kambing hitam penyebab kegagalan itu. Alhasil, pikiran kita akan selalu dipenuhi dengan pikiran2 jelek. Prasangka-prasangka buruk. Dan jelas itu akan meracuni pikiran dan hati kita.
Kalo pikiran & hati udah teracuni, jangan harap hidup akan bisa tenang. Hidup dengan prasangka hanya akan membebani hidup kita.
So, menjadi orang yang pandai bersyukur, sabar & ikhlas adalah yang bisa kita lakukan jika memang ingin hidup tenang. Segala didunia ini tidak ada yang 100% adil. Pasti akan ada saja yang membuat beda dalam memandang keadilan. Yang penting kita bisa selalu berusaha untuk bertindak seadil-adilnya, agar diri sendiri & orang lain tidak menjadi korban kezoliman kita.
Dan apabila disuatu masa, kita diperlakukan secara adil menurut ukuran pribadi kita. Bersyukur, senang boleh saja. Tapi bertindak dan berpikirlah secara arif juga, karena bisa jadi dibalik keadilan yang kita terima itu, ada pihak lain yang merasa diperlakukan secara tidak adil.
Jakarta, 10 Juli 2006