Phobia Gempa
Beberapa hari yang lalu, Jakarta diguncang gempa. Yang denger2 niy pusatnya ada di selat Sunda. Lumayan terasa tuh getarannya, apalagi pas terjadi gempa aq masih di kantor yang berada di lantai 2. Yang dilantai 2 aja kerasa banget, apa lagi lantai-lantai diatasnya. Itu adalah pengalaman pertamaku merasakan gempa yang cukup kuat. Rasanya kayak berdiri diatas perahu trus diombang-ambingkan. Alhasil, kepala langsung puyeng, batal deh rencana mau lembur. Langsung ngibrit pulang aja sebelum terjadi gempa susulan yang lebih gedhe. Alhamdulilah, malam itu tidak ada gempa lagi (setidaknya aq gak merasakan gempa lagi). Tapi kejadian itu lumayan bikin aq agak2 parno juga klo ngomong2 soal gempa. Mana ada ramalan dari Permadi & mama Laurent klo awal agustus bakal ada gempa & tsunami yang melanda jakarta. wadowwww… jadi makin deg-deg an saja. Udah gitu, di tv-tv berita isinya soal gempa semua. Yang gempa pangandaran lah, gempa minahasa, gempa di singaraja…ampyun deh. Dag dig dug der degh jadinya. Lebih deg-deg an pas pagi ini buka imel.
Pagi ini aq dapet beberapa imel yang isinya sama yaitu tentang foto awan lurus yang katanya merupakan tanda2 bakal terjadi gempa bumi (tuh fotonya). Katanya awan ini terlihat di kawasan Kuningan Jakarta. Plus disebutin pula tanda-tanda bakal terjadinya gempa yang pernah dibahas di Fuji TV jepang.
Katanya ada fenomena-fenomena alam yang bisa dijadikan petunjuk sebelum terjadinya gempa, yaitu :
1.Mulai sekarang kalo jalan jangan suka nunduk. Liat-liat deh ke langit… Kalau di langit keliatan ada awan yang bentuknya Kobe , Jepang sebelum tragedi gempa besar
Kobe 17Januari ‘95. seperti angin tornado atau seperti pohon atau seperti batang.. pokoknya bentuknya berdiri… bisa dibilang itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Liat deh gambar yang ada di attachment. Itu foto awan yang muncul di
Awan yang bentuknya aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, jadinya ‘menghisap’ Daya listrik di awan.. makanya bentuk awannya jadi kayak tersedot kebawah.
Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi belum tentu juga kalau ada awan seperti itu di langit berarti mau ada gempa. Bisa aja memang bentuknya seperti itu. Naaah untuk tau apakah itu awan gempa atau bukan, coba liat no. 2
2. Coba diuji
medan
elektromagnetis didalam rumah.
- Cek siaran TV, brebet-brebet apa enggak
- Kalo ada mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi gak transmit data.
- Coba suruh orang lain kirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang Diterima brantakan atau enggak.
- Coba matiin aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang biarpun nggak ada arus listrik.
Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking padahal lagi gak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap nyala Biarpun gak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa yang sedang terjadi tapi kasat mata dan gak Bisa dirasa manusia.
Tapi belum tentu juga kalau ada awan gempa di langit dan ada gelombang elektromagnetis luar biasa menandakan ada gempa. Untuk lebih memastikan lagi, coba liat no. 3
3. Perhatikan hewan-hewan. Cek apakah hewan-hewan seperti "menghilang", lari, atau bertingkah laku aneh/gelisah.. insting hewan biasanya tajam Dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. Naaaaah kalo tiga tanda-tanda itu ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, segeralah bersiap-siap untuk evakuasi. Tiga tanda tersebut kemungkinan besar menunjukkan kalo memang mau ada Gempa berkekuatan besar. Walaupun demikian, adanya awan gempa yang bentuknya aneh itu tetep nggak bisa memastikan kapan gempa terjadi. Awan seperti itu keliatan di
Kobe
8 hari sebelum gempa. Tapi di Niigata, awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum gempa Niigata Oktober 2004. Oleh karena itu jangan tunggu-tunggu lagi… sebisa mungkin langsung lakukan tindakan penyelamatan diri untuk menghindari hal-hal yang paling buruk.
Kalo skala gempanya besar dan episentrumnya terletak di laut, kita harus selalu aware akan datangnya gelombang tsunami. Tingginya gelombang bisa puluhan meter, bisa juga cuma dua meter. Tapi biarpun cuma 2 meter, gelombangnya nggak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti nggak habis-habis) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram. Beberapa tanda akan terjadi gelombang tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut dan burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah daratan.
Kalo liat dua tanda seperti itu, langsung selamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Tapi kalo nggak sempet lari sementara tsunami udah di di depan mata, Jangan berlindung di balik bangunan yang terbuat dari tembok/beton karena Bisa hancur dan malah membahayakan orang yang berlindung.
Sebisa mungkin berlindung di balik daerah rimbunan (pohon, tanaman, semak-semak, rawa). Karena kekuatan gelombang jadi terpecah dan nggak memusat kalau membentur semak.
Terakhir, jangan lupa berdoa sama pasrah….semoga kita dilindungi Allah SWT. Amien.